Appositive Phrase: Definisi, Contoh, dan Cara Penggunaannya

May 11, 2021
Share on facebook
Share on twitter

Dalam sebuah kalimat khususnya dalam kalimat bahasa Inggris, pasti ada noun dan juga pronoun dalam sebuah yang menjadi satu.

Ada kalanya juga kita ingin menjelaskan noun atau pronoun agar informasi yang diberikan semakin jelas.

Dalam bahasa Inggris ada yang disebut sebagai appositive phrase yang merupakan modifikasi tambahan yang digunakan untuk menjelaskan kata benda atau keterangan dalam sebuah kalimat. Bagaimana cara kerja frasa ini?

Definisi Appositive Phrase

Appositive phrase adalah kata atau frasa yang berfungsi menjelaskan atau mendeksripsikan kata benda (noun) atau kata ganti benda (pronoun) yang diikutinya.

Appositive sebenarnya berfungsi untuk memberikan informasi tambahan dari noun atau pronoun yang diikutinya dan bersifat fleksibel.

Bagaimana maksudnya fleksibel? Frasa ini tidak harus diaplikasikan ke dalam tiap kalimat karena dengan adanya frasa ini sebuah kalimat tidak akan terganggu dari segi arti maupun keutuhannya.

Bisa dikatakan frasa ini merupakan modifikasi tambahan dalam sebuah kalimat.

Appositive juga merupakan salah satu dari sekian banyak rhetorical device dalam Bahasa Inggris.

Oleh karena itu, bisa kita simpulkan bahwa penggunaan appositive dalam sebuah kalimat ditujukan untuk mencapai suatu efek tertentu layaknya rhetorical device yang lain.

Baca juga: Word Order: Definisi, Jenis, Contoh, dan Cara Penggunaannya

Jenis-Jenis Appositive Phrase

Ada 2 jenis appositive phrase yang perlu kamu tahu, apa saja itu?

Restrictive appositive

Noun atau noun phrase yang mengandung informasi penting (essential element) terkait dengan noun yang dijelaskannya.

Dengan begini anggapannya adalah keberadaan appositive tersebut penting bagi keutuhan makna kalimat tersebut dan ini membuat appositive tersebut tidak bisa begitu saja kita hilangkan.

Misalnya: Yudi’s friends, Ines, have a crush on my brother. Dalam contoh kalimat sebelumnya, Yudi dijelaskan memiliki teman bernama Ines.

Hal ini bukan berarti Yudi tidak memiliki teman lain, melainkan appositive yang digunakan menjelaskan secara terbatas siapa teman Yudi yang ingin disebutkan dalam kalimat.

Jika dihilangkan, kita tidak mengetahui nama teman Yudi secara spesifik.

Non-restrictive appositive

Non-restrictive appositive adalah noun atau noun phrase yang dianggap tidak penting (non-essential) keberadaannya, karena jika dihilangkan, hal ini tidak mengganggu keutuhan makna kalimat.

Bentuk inilah yang paling sering kita temui saat menggunakan Appositive dalam kalimat, dimana informasi yang kita tambahkan memang hanya bersifat keterangan esktra atau tambahan saja.

Penggunaan Appositive Phrase

Dilansir dari Grammarly, penulisan antara appositive dengan clause utama dan noun yang diterangkannya, biasanya akan dibatasi dengan tanda koma.

Namun ternyata penulisannya bisa juga dibatasi dengan brackets (tanda kurung) atau dashes (tanda hubung). Bagaimana contohnya?

  • My cat, Fluffy, hates milk. (Kucingky, Fluffy, benci susu.)
  • My nephew loves to impersonate The Flash (the fastest Superhero). (Keponakanku senang menirukan The Flash (Superhero tercepat)).
  • My nephew loves to impersonate The Flash – the fastest Superhero. (Keponakanku senang mengikuti The Flash – superhero tercepat.)

Baca juga: Past Perfect Continuous Tense: Rumus dan Contoh Kalimatnya

Contoh Kalimat Penggunaan Appositive Phrase

Masih bingung dengan penggunaan appositive dalam kalimat? Yuk cek contohnya di bawah ini!

  • His hobby, sailing, takes a lot of time. (Hobinya, berlayar, memakan banyak waktu.)
  • His hobby, sailing across the Pacific ocean, takes a lot of time. (Hobinya, berlayar menyeberangi Samudera Pasifik, memakan banyak waktu.)
  • His dream, to win, has made him work harder. (Mimpinya, untuk menang, telah membuatnya bekerja keras.)
  • His dream, to win the tender, has made him work harder. (Mimpinya, untuk menang tender, telah membuatnya bekerja keras.)
  • A foremost scientist, Niels Bohr advocated the peaceful use of atomic energy. (Seorang ilmuwan terkemuka, Niels Bohr, menggunakan penggunaan damai dari energi atom.)
  • The best-selling car in Indonesia, Toyota Avanza is produced by the Daihatsu manufacturer. (Mobil berjualan terbaik di Indonesia, Toyota Avanza, diproduksi oleh pabrikan Daihatsu.)
  • J.K. Rowling, an ingenious fantasy story writer, published a new novel last month. (J.K Rowling, seorang penulis fantasi terkenal, menerbitkan sebuah novel baru bulan lalu.)
  • Most of my classmates idolize BlackPink, a famous Korean girlband. (Mayoritas dari teman sekelasku mengidolakan BlackPink, sebuah girlband korea yang terkenal.)
  • Mr. Dimas, the owner of an English website, sold his website to his partner. (Pak Dimas,, seorang pemiliki dari sebuah website Inggris, menjual webistenya kepada temannya.)
  • My friend, Tandy, left her car in my house last night. (Temanku, Tandy, meninggalkan mobilnya di rumahku tadi malam.)

Baca juga: Ellipsis: Pengertian, Contoh Kalimat, dan Cara Penggunaannya

Apakah penjelasan mengenai appositive phrase di atas sudah cukup jelas dan menambah wawasan bahasa Inggris kamu?

Jangan cuma wawasan saja yang ditambah, namun skill percakapan bahasa Inggris juga harus dilatih terus dong!

Mari belajar bahasa Inggris dengan WSE GO (Wall Street English Goes Online) yang merupakan teman terbaik kamu untuk belajar di rumah. Dapatkan materi terbaik sesuai dengan kemampuanmu.

Ikuti tes di bawah ini terlebih dahulu agar kamu tahu tingkat kemampuan Bahasa Inggrismu!

More News

Aug 20, 2021
News

Kursus Bahasa Inggris Terbaik di Surabaya - Dijamin Berhasil

Aug 20, 2021
News

Kursus Bahasa Inggris Terbaik di Bandung - Dijamin Berhasil

Aug 2, 2021
News

Kursus Bahasa Inggris Terbaik di Medan - Dijamin Berhasil

Aug 2, 2021
News

Kursus Bahasa Inggris Terbaik di Malang - Dijamin Berhasil

Jul 3, 2021
Grammar

Present Progressive: Definisi, Contoh, dan Cara Penggunaan

Jul 3, 2021
Vocabulary

Derivation: Definisi, Contoh Kalimat, dan Cara Penggunaannya