[Bisnis.com] Wall Street English Indonesia Buka Program Belajar Bahasa Inggris konsep Co Working Space

Posted on Jul 5, 2019

Sebarkan pos ini

Bisnis.com – Wall Street English Indonesia, membuka cabang terbarunya di Pacific Place mal Jakarta.

Cabang ini merupakan cabang pertama yang menerapkan WSE Professional; program belajar bahasa lnggris bisnis yang mengutamakan pada pencapaian tujuan dengan berbagai aktivitas gaya hidup yang diperuntukkan bagi para pekerja dan profesional. WSE Professional menjadi pelengkap bagi ”The All-New WSE Experience” yang diluncurkan pada bulan Oktober 2017 lalu, yang mana menggabungkan media belajar digital dengan sesi tatap muka yang personal.

Kish Gill, Presiden Direktur Wall Street English lndonesia mengatakan, program ini sebagai respon dari kebutuhan members yang ingin semakin mengembangkan kepercayaan dirinya dalam berbahasa lnggris di dunia kerja, baik untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, membuat kesepakatan bisnis, menambah jejaring dan mengembangkan bisnis ke kancah internasional.

“Kami telah merancang cabang ini dengan konsep co-working Space agar kami dapat mengadakan acara, diskusi, workshop, dan networking sehingga member dapat melatih kemampuan bahasa lnggris bisnis mereka di lingkungan yang suportif dan menyenangkan,” ujarnya di Jakarta.

Program ini dibagi dalam empat komunitas yakni LEAP, Bold Women, CRE-8 dan The Syndicate. The Syndicate merupakan komunitas yang ditujukan bagi para profesional, eksekutif dan wirausahawan yang belajar di WSE Pacific Place dan akan mengadakan berbagai jenis acara dan diskusi dengan topik-topik bisnis sehingga membantu para members untuk memperluas perspektif mereka.

Pada kesempatan ini, Wall Street English lndonesia juga melakukan penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Ketenagakerjaan Republik lndonesia untuk penyediaan pelatihan kemampuan bahasa lnggris bagi para buruh migran lndonesia yang dilaksanakan di Balai Latihan Kerja agar mereka memiliki kesempatan untuk mendapatkan jenjang karir yang lebih baik di luar negeri.

Dalam pendatanganan tersebut, KEMNAKER Republik Indonesia diwakili oleh Direktur Jendral Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas, Bapak Satrio Lelono dan Bapak Kish Gill selaku Presiden Direktur dari Wall Street English lndonesia, didukung pula oleh David Kedwards, CEO Wall Street English international.

”Kami merasa senang dapat bekerjasama dengan Wall Street English lndonesia dan juga sangat menghargai usaha yang mereka Iakukan dalam meningkatkan daya saing masyarakat kita. Program percontohan yang telah dilakukan di BBPLK Bandung berjalan dengan sangat baik, hal ini dilakukan untuk membekali pekerja migran dengan berbagai keterampilan dalam berbahasa lnggris seperti teknik wawancara, menulis riwayat hidup dan kode etik perusahaan untuk memaksimalkan peluang karir mereka di kancah internasional ucap Direktur Jendral Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Bpk Satrio Lelono.

David Kedwards, CEO dari Wall Street English International menyatakan, mereka berkomitmen teguh kepada Indonesia sebagai salah satu dari pasar inti kami. “Kami juga merasa senang dapat terus melihat setiap perkembangan dan inovasi yang dilakukan oleh Wall Street English Indonesia dan berjanji untuk terus memberikan dukungan penuh kepada para mitra lokal dan Pemerintahan Republik Indonesia dalam meningkatkan kemampuan bahasa Inggris masyarakat Indonesia. Kami berharap dapat membangun dan memberikan dampak yang positif bagi kehidupan masyarakat Indonesia di waktu yang akan datang.” ujarnya.

Wall Street English Indonesia juga meluncurkan sebuah kampanye terbarunya yang ditujukan untuk mengasah kemampuan berbicara persuasif dalam bahasa Inggris- Power of Words 2018. Serangkaian workshop akan diadakan di setiap cabang Wall Street English pada tanggal 19 Maret hingga 22 April 2018

Pada acara yang sama, Wall Street English Indonesia juga mengumumkan para mitra strategis barunya yaitu LINE Jobs, Ayopop, dan Kata.ai.

 

Sumber:

https://kabar24.bisnis.com/read/20180308/255/747641/wall-street-english-indonesia-buka-program-belajar-bahasa-inggris-konsep-co-working-space

WhatsApp Kami