Home Business & Career   Interview Bahasa Inggris: Contoh Pertanyaan dan Jawabannya

Interview Bahasa Inggris: Contoh Pertanyaan dan Jawabannya

Nov 24, 2020

Jika kamu mendapatkan kesempatan wawancara kerja, selamat! Kamu selangkah lebih dekat untuk diterima di perusahaan mimpimu.

Namun, sebelum itu kamu harus mulai menyiapkan segala keperluan untuk wawancara. Faktanya, banyak dari calon pekerja tidak mempersiapkan dengan baik sebelum wawancara. Hasilnya? Tentu saja tidak maksimal.

Baca juga: Business English – Bahasa Inggris dalam Dunia Profesional

Nah, pentingnya persiapan sebelum wawancara kerja dapat meningkatkan peluang kamu untuk diterima di suatu perusahaan. Kira-kira apa saja yang wajib disiapkan? Berikut poin-poinnya:

  1. Ketahui dengan pasti lokasi wawancara. Pastikan kamu survei terlebih dahulu mulai dari rute jalan yang dilalui, transportasi yang digunakan, hingga berapa lama perjalanan menuju lokasi termasuk macet.
  2. Datanglah tepat waktu. Datang lebih awal membantu kamu untuk melakukan persiapan sebelumnya lebih awal. Mulai dari persiapan mental agar tidak grogi ataupun sekedar untuk merapihkan pakaian.
  3. Bawalah alat tulis yang diperlukan. Beberapa perusahaan biasanya meminta calon pelamar untuk menjelaskan dalam bentuk tulisan maupun gambar saat wawancara. Oleh karena itu ada baiknya kamu juga menyiapkan alat tulis sebelumnya.
  4. Siapkanlah beberapa kemungkinan jawaban pertanyaan wawancara. Hal ini penting dilakukan agar kamu lebih lancar dalam menjawab pertanyaan yang diajukan.

Dalam proses wawancara, biasanya perusahaan menggunakan dua bahasa, yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Seringkali, apalagi dengan perusahaan internasional, mereka akan mewawancarai calon pelamar dalam Bahasa Inggris. Tujuannya adalah untuk mengetahui sejauh mana skill calon pelamar tersebut. Bagi kamu yang sudah lancar berbahasa Inggris pastinya bukan jadi masalah. 

Tips Sukses Menghadapi Wawancara Bahasa Inggris

Apa yang kamu rasakan pada saat menghadapi sebuah wawancara? Telapak tangan yang basah? Perut yang terasa mual? Hati yang berdebar-debar?

Semua itu terjadi karena kamu merasa gugup dan gelisah, terlebih kalau wawancara akan dilaksanakan dalam Bahasa Inggris. Tenang saja! Kali ini kamu akan dibekali dengan beberapa tips berguna yang akan membuat Kamu menjadi lebih percaya diri dan lolos wawancara.

Mulailah Pembicaraan Ringan

Pembicaraan ringan atau small talk berguna untuk menghilangkan rasa canggung. Ini juga merupakan kunci untuk mulai memupuk rasa percaya diri kamu sejak awal sesi wawancara. Pembicaraan ringan yang baik untuk memulai percakapan seperti:

“Thanks for inviting me to interview.” (Terima kasih telah mengundang saya ke wawancara ini) atau “How are you doing today?” (Apa kabarmu hari ini?). Pilihlah topik pembicaraan yang ringan seperti obrolan mengenai cuaca, perjalanan kamu, ataupun tempat tinggal kamu.

Ceritakan Pengalaman Kamu

Buatlah naskah wawancara, ceritakan pengalaman kerja kamu yang relevan dengan posisi yang diincar saat ini. Menceritakan pengalaman kerja alangkah baiknya jika dimulai dari riwayat pekerjaan kamu yang paling baru, lalu berurut mundur ke belakang. Ungkapan seperti:

“I want to tell you about my two most recent position…” (saya ingin menceritakan tentang dua posisi terakhir saya…) atau “I’ve been working as a graphic designer since…” (saya telah bekerja sebagai desainer grafis sejak…)

Jangan ceritakan semua pengalaman kerja kamu dengan panjang lebar karena akan membuat pewawancara merasa bosan dan mungkin menghentikan pembicaraan.

Usahakan untuk menjual diri. Ceritakan mengenai prestasi kerja apa yang pernah kamu raih dalam pekerjaan-pekerjaanmu. Jangan sungkan untuk memberikan contoh konkrit seperti banyaknya keuntungan materil yang kamu sudah hasilkan untuk perusahaan.

Perlu diingat bahwa dalam wawancara Bahasa Inggris, kamu akan berbicara bukan dengan menggunakan bahasa sehari-hari kamu. Perhatikan gaya bahasa dan intonasi dalam pengucapannya agar menghindari kesalahpahaman.

Kenali Kelebihan dan Kekurangan Kamu

Kedua pertanyaan ini akan selalu muncul dalam setiap wawancara di perusahaan manapun. Coba kenali dirimu dalam supaya dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan lancar.

Di antara kedua pertanyaan tersebut, kelemahan lebih rumit dijawab. Cobalah untuk memberikan satu saja kelemahan diri kamu dan gunakan kelemahan tersebut sebagai suatu proses belajar yang didapatkan selama bekerja. Contohnya seperti:

“I talk a lot. When things don’t go as planned, I will tell my colleagues verbally to stay on the track.”  (Saya orangnya banyak bicara, ketika ada hal yang tidak berjalan sesuai rencana maka saya akan bilang langsung ke rekan-rekan kerja saya untuk segera kembali sesuai rencana).

Dengan membuat kalimat seperti diatas, kamu menyatakan kelemahanmu merupakan sikap yang sebenarnya dapat menjadi hal yang positif. Pada saat kamu membuat banyak rencana tetapi pada proses pelaksanaannya kamu lebih sering mengambil keputusan di lapangan, berarti kamu merupakan orang yang dapat improvisasi di dalam situasi yang genting.

Buatlah Pertanyaan Seputar Perusahaan

Di akhir wawancara, pewawancara pasti akan mengakhiri sesi dengan mempersilahkan kamu untuk bertanya. Gunakanlah kesempatan tersebut sebaik-baiknya.

Jika kamu tidak memiliki pertanyaan, hal itu bisa menjadi kamu bagi pewawancara bahwa kamu tidak tertarik untuk bekerja di perusahaan itu. Jadi, usahakan selalu untuk memberikan pertanyaan seputar perusahaan. Contohnya seperti “what is the working culture of this company?” (bagaimana budaya kerja di perusahaan ini?) dan “will I be working in this building?” (apakah saya akan bekerja di gedung ini?)

Dengarkan jawaban dengan seksama untuk menyatakan bahwa kamu memberikan perhatian penuh terhadap jawaban pertanyaan kamu.

Contoh Wawancara Bahasa Inggris di Dunia Kerja

interview bahasa Inggris

Skill conversation memang dibutuhkan untuk menghadapi wawancara tapi ada satu hal lain yang lebih penting, yaitu dengan mengetahui pertanyaan umum yang sering keluar dalam wawancara serta cara menjawabnya agar kamu bisa melakukan persiapan.

Tell me about yourself  (Ceritakan tentang diri kamu)

Biasanya ini adalah pertanyaan utama yang biasa ditanyakan oleh pewawancara. Pewawancara ingin mengetahui sejauh mana kamu sebagai calon pelamar dapat mengenalkan diri dengan benar.

My name is George and I am thirty years old. I graduated from Bandung Technology Institute, majoring in Technology and Information System. I live in Jakarta and I am the eldest of three siblings. I have experience working in one of Indonesia’s reputable multinational companies and currently working on an ongoing project related to my background.

Nama saya George dan saya berumur tiga puluh tahun. Saya lulus dari Institut Teknologi Bandung, jurusan Teknologi dan Sistem Informasi. Saya tinggal di Jakarta dan saya anak tertua dari tiga bersaudara. Saya memiliki pengalaman bekerja di salah satu perusahaan multinasional terkemuka di Indonesia dan saat ini sedang mengerjakan proyek yang sedang berlangsung terkait dengan latar belakang saya.

What Are Your Strengths? (Apa kelebihan kamu?)

Apa yang kamu pikirkan jika mendapatkan pertanyaan seperti ini? Hanya menjawab kelebihan sifatmu secara umum namun tidak berhubung sama sekali dengan pekerjaan yang kamu lamar? Itu salah besar.

Mulailah untuk menjawab semua kelebihan yang kamu miliki namun masih berhubungan dengan posisi pekerjaan yang dilamar. Misalnya jika kamu ingin memberitahukan bahwa kamu memiliki sisi berinisiatif  jangan hanya sebut saja. Berikan contohnya juga, contohnya: When I work, I always take the initiative. I don’t wait for instructions, I just do it. In a previous project that I worked on with my team, I was able to adjust my time so that there weren’t any gaps in the project. As a result, the project ran well and be completed on time. I believe that in order to achieve any goal in life, these qualities are very important.

Kalau dibahasa Indonesiakan: “Saat saya bekerja, saya selalu berinisiatif. Saya tidak menunggu instruksi, saya langusng melakukannya. Dalam proyek sebelumnya yang saya kerjakan bersama tim, saya bisa menyesuaikan diri sehingga tidak ada jeda kosong dalam proyek tersebut. Hasilnya, proyek bisa berjalan dengan baik dan selesai dengan tepat waktu. Saya percaya bahwa untuk mencapai tujuan apa pun dalam hidup, kualitas ini sangatlah penting.”

Baca juga: Contoh Surat Lamaran Kerja Bahasa Inggris yang Profesional

Why Did You Leave Your Last Job? (Mengapa kamu meninggalkan pekerjaan terakhir kamu?)

Dalam sebuah wawancara Bahasa Inggris maupun Bahasa Indonesia, pertanyaan ini pasti keluar. Pewawancara ingin mengetahui dan menilai sikap profesional kamu.

Apa hubungannya? Banyak sekali orang yang mungkin akan menjawab pertanyaan ini dengan menjelekkan perusahaan atau atasan di perusahaan lamanya. Nah, jangan sampai kamu melakukan hal ini juga karena pewawancara akan langsung mencoret nama kamu jika itu terjadi.

Walaupun mungkin kamu memiliki pengalaman buruk pada perusahaan sebelumnya, sebaiknya simpan saja dalam hati dan jangan diungkapkan. Untuk itu, kamu bisa menjawab dengan beberapa pilihan di bawah ini:

  • I’m looking for new challenges. (Mencari tantangan baru)
  • I’m looking for a job that suits my qualifications. (Saya mencari pekerjaan yang sesuai dengan kualifikasi saya)
  • I’m looking for a job where I can grow with the company. (Saya mencari pekerjaan di mana saya bisa ikut berkembang bersama perusahaan).

Baca juga: Personal Branding: Seberapa Pentingnya dalam Urusan Mencari Kerja?

Where Do You See Yourself Five Years From Now? (Dimana Kamu Melihat Diri Kamu Lima Tahun Dari Sekarang?)

Apa yang kamu lihat dari dirimu di lima tahun mendatang? Menikah? Punya anak? Memiliki rumah impian? Hindari menjawab dengan jawaban personal seperti ini. Ingat, kamu menghadapi wawancara kerja yang sebaiknya jawaban berhubungan dengan karir bukan dengan kehidupan pribadi.

Namun, kamu perlu juga berhati-hati dalam melontarkan jawaban. Jangan sampai kamu terlihat terlalu ambisius yang akan membuat kamu terlihat menjadi saingan di mata pewawancara.

Lalu, bagaimana cara menjawab yang tepat? Kamu bisa memulainya dengan kalimat pembuka “By then I would have…” atai “I would like to… ” Kemudian, kamu bisa melanjutkannya dengan alasan di bawah ini:

  • Improved my skills. (Saya akan mengembangkan terus kemampuan saya)
  • Created a name for myself in the industry (Saya akan berusaha untuk menghasilkan banyak karya khususnya untuk industri pekerjaan yang saat ini saya jalankan).
  • Enhanced my knowledge. (Mengembangkan pengetahuan saya dalam hal ini demi hasil yang akan terus berkembang akan kemajuan zaman).
  • Achieved a higher position. (Berhasil mendapatkan posisi yang lebih tinggi dari sekarang yang berbanding lurus dengan kemajuan skill saya).

What are your expectations from job ? (Apa ekspektasi kamu dari pekerjaan ini?)

Dengan pertanyaan ini, pewawancara ingin mengetahui ekspektasi kamu terhadap pekerjaan yang kamu lamar dan apakah pekerjaan ini cocok untuk kamu.

Misalnya: “I’m looking for the opportunity to expand my learning, put to use my skills and experience, work in a team that is inclusive and an environment that helps propel my growth beyond the job descriptions.”

Di Bahasa Indonesiakan: “Saya ingin mencari peluang untuk memperluas pembelajaran saya, meningkatkan skill dan pengalaman, bekerja dalam sebuah tim dan lingkungan yang membantu saya untuk berkembang melebihi tanggung jawab pekerjaan saya.”

Untuk menjawab pertanyaan ini, kamu harus jujur tetapi tetap dalam jawaban yang positif. Selain itu, berikan jawaban yang masuk akal. Jika kamu memiliki ekspektasi yang tinggi pada perusahaan tempat kamu bekerja sebelumnya dan tidak kamu dapatkan, maka jangan sampaikan hal tersebut pada proses interview.

Do You Have Any Questions For Me? (Apakah Kamu Memiliki Pertanyaan Untuk Saya?)

Biasanya, di akhir proses wawancarapewawancara akan mengajukan pertanyaan ini. Hindari untuk menjawab “tidak ada” karena pewawancara akan menilaimu kurang antusias terhadap pekerjaan yang sedang dilamar. Tanyalah sesuatu yang berhubungan dengan pekerjaan atau perusahaan. Kamu bisa mengajukan pertanyaan mendasar namun tetap formal seperti di bawah ini:

  • Do you have any examples of projects that I would be working on if I were to be offered the job? (Apakah Anda memiliki contoh proyek yang mungkin akan saya kerjakan jika nanti saya berhasil bergabung dengan perusahaan?)
  • Does the company offer in-house training to staff? (Apakah di perusahaan ini memiliki bagian khusus untuk training karyawan baru?)
  • What is the next step? (Apa langkah selanjutnya setelah wawancara ini selesai?)

Baca juga: Mengapa Bahasa Inggris Bisnis Penting untuk Karir? Berikut Tipsnya!

Gimana? Sudah ada bayangan dong mengenai interview dalam Bahasa Inggris yang akan dihadapi nanti? Persiapkan mentalmu sebaik-baiknya dengan latihan dan juga istirahat yang cukup. Sama seperti halnya dengan program WSE Proskills yang akan mempersiapkan kamu sejak dini untuk masuk ke dunia kerja.

Kamu bisa memulai juga dengan mengetaui level Bahasa Inggris kamu. Yuk, isi kuis di bawah ini agar tahu tingkat Bahasa Inggris kamu!

Baca juga artikel menarik lainnya

Contoh Undangan Pernikahan dalam Bahasa Inggris yang Unik

Dec 5, 2020

Undangan pernikahan memang perlu dipikirkan secara matang. Mulai dari konsep, design, jenis tulisan, bahkan juga…

Even Though: Definisi, Contoh Kalimat, dan Cara Penggunaan

Dec 4, 2020

Dalam bahasa Inggris kita mengenal kata sambung sebagai pemisah antar kata atau kalimat. Banyak sekali…

OK Boomer, Baby Boomer: Pengertian dan Kenapa Bisa Viral?

Dec 3, 2020

Setiap generasi pastinya memiliki sebutannya masing-masing seperti: Millenials, Gen X, Gen Z, dan juga Baby…

Selamat datang di
Wall Street English

Isi formulir di bawah ini untuk mendapatkan konsultasi gratis dan keuntungan lainnya!

Untuk informasi lebih lanjut hubungi (021) 526 6370

  • (Pilih 1)
  • (Pilih 1)
WhatsApp Kami